nonton tv sambil sarapan, itu hanya bisa dilakukan di hari sabtu,
rada nyante soale.. tapi berita yang muncul bikin hati ga enak.. "Penggusuran Pedagang Kaki Lima
demi ketertiban kota", sebuah berita dari tv lokal.
dari visualnya, ada 2 gerobak pedagang cendol dan 1 gerobak pedangang bakso yang diangkut paksa ke truk Satpol PP. Si Ibu pedangang cendol tak mau melepaskan pelukannya ke gerobak tersayang, padahal beberapa orang Satpol PP sudah berusaha melepaskan. Sementara si Ibu pedagang cendol yang lain pasrah saja sambil berteriak melihat petugas Satpol PP mengangkat gerobak cendolnya ke truk, tanpa memindakan terlebih dahulu box-box cendol yang ada di atas gerobak, alhasil cendol pun berserakan di jalan, tumpah tak karuan, sedangkan si Abang bakso menatap pasrah gerobak baksonya diangkat ke truk satpol PP, tanpa perlawanan sama sekali.
Pelukan kuat ke gerobak itu ternyata lumpuh juga setelah tarik menarik antara si Ibu pedagang cendol dan petugas Satpol PP. Si Ibu tidak terima, dia menangis dan berteriak, perlawanan tidak berhenti di situ saja, tumpahan es batu dari box cendol yang berserakan itu dipungutnya dan dilemparkan ke rombongan petugas Satpol PP

, satu persatu petugas yang mendekat dan berusaha menenangkan dilemparinya,
nice shoot mam... :).komentarku : Ketertiban, kerapian, keindahan dan kebersihan kota itu sangat penting, dan tidak mungkin kota ini mendapat penghargaan Kota Terbersih se-Indonesia jika hal2 tsb tidak diperhatikan.
Di sisi lain, di tengah perekonomian morat-marit, pengangguran dan kemiskinan, haruskah rakyat Indonesia (
si Ibu pedagang cendol, Abang tukang bakso dan rekan rekan) digusur dan di'rampas' barang dagangannya?? hanya sesuap nasi yang mereka cari, hanya uang kontrak rumah dan SPP sekolah anaknya yang mereka pikirkan. Bukan shopping ke Itali atau Prancis, nambah koleksi mutiara atau berlian, ngisi garasi dengan Alphard warna terbaru, beli motor gede buat jalan sore keliling kota.... bukan.... bukan itu.... mereka hanya mencari sesuap nasi..