Selama di dunia kerja sudah dua pintu yang aku masuki. Pintu pertama umurnya sudah lebih dari 10thn, dan strukturnya pun sudah stabil, setiap orang punya fungsi sendiri dan bekerja sesuai jobdesk masing2. Ketika ada hambatan dan hal2 baru yang aku temui, cukup bertanya kepada yang lebih senior dan case pun selesai, atau kalau itu memang butuh eskalasi maka aku akan diarahkan pada departemen/PIC terkait.
Pintu kedua, masih balita, tapi kalau di kota ku malah baru lahir

dan orang2 yang ada di dalamnya pun semua baru, dari latar belakang yang berbeda. Sulit memang untuk biduk berjalan cepat jika pendayung di dalamnya tidak kompak, tiap orang ingin mendayung ke arahnya sendiri, akibatnya biduk pun bingung

. Dan untuk case yang masuk, apa pun itu, berat dan ringan, semua bertanya padaku,
tepatnya nyodorin dan mereka akan terima beres, brrrrr..., tidak ada senior, tidak tahu departemen terkait, tidak tahu PIC, tidak tahu bagaimana penyelesaiannya

, berteriak
Somebody help me pun sepertinya tidak dapat memecahkan masalah. Tapi, seiring waktu, alhamdulillah semua bisa teratasi dimulai dari satu titik dan networking pun diperluas.

Pintu ketiga, upps,
tepatnya hanya mampir di teras yang ketiga. Ketika ditanya pengalaman di pintu 1 dan 2, tidak banyak yang kuceritakan, selain betapa tidak enak rasanya menjadi orang baru di tempat baru dengan orang2 baru. Si penanya tidak begitu saja menerima ceritaku, dia bilang "Tidak selamanya kesulitan yang lo dapat itu adalah penderitaan, karena kesulitan itu adalah kekuatan".
aku tidak mengerti maksudnya, lebih baik ku tanya saja biar jelas.
aku : "Maksudnya?"
si penanya : "yaa, di pintu 2 lo bisa merasa sebagai orang yang menderita, karena dibiarkan sendiri di lingkungan yang semuanya baru. tapi lihat sekarang, bukankah penderitaan itu sudah menjadi kekuatan lo?"
aku :
[
masih terbengong, enggak ngeh..]
si penanya : jangan bengong Fa, beberapa bulan lalu lo menjadi orang yang menderita, tapi sekarang di sini, lo bisa ngebuktiin kalo kesulitan yang sedemikian rupa beberapa bulan lalu itu udah menjadikan lo lebih tangguh, lebih kuat, karena lo bisa melewati semuanya. See?? bukankah kekurangan itu adalah kelebihan. Kekurangan yang lo rasa di masa lalu, menjadi kelebihan lo di masa ini.

