 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Habiburrahman El Shirazy |
Penerbit : Republika Cetakan : VII Tebal : 111 halaman
Ini buku karangan kang Abik yang ke…sekian yg aku beli. Setelah Ayat-Ayat Cinta, Di Atas Sajadah Cinta, …, Pudarnya Pesona Cleopatra.
Dalam buku ini ada 2 judul cerita yg disebutnya novel mini. Beda ama Ayat-Ayat Cinta (A2C) yg berlatar kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir, di Pudarnya Pesona Cleopatra ini ceritanya mengambil latar di Indonesia, dan tidak terlepas dari kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir, karena tokoh utama pada novel ini sebelumnya memang pernah menuntut ilmu di Mesir, dan masih menganggap bahwa Mona Zaki yg artis Mesir itu adalah wanita yg sempurna dibandingkan Raihana, istrinya di awal perkawinan mereka.
Novel ini memakai gaya bercerita orang pertama. Si “Aku” sebagai tokoh utama selalu membandingkan istrinya dgn para wanita Mesir, tidak ada cinta, tidak ada kasihsayang, tidak ada perhatian dan kepedulian dalam perkawinan mereka, karena semua berawal dari perjodohan oleh sang Ibu dengan teman akrabnya waktu nyantri dulu.
Tapi cinta adalah selera. Dan selera orang berbeda-beda. Dan aku selalu menolak jika orang mengatakan gadis Mesir banyak yang gembrot. Aku justru melihat jika ada delapan gadis Mesir maka yang cantik ada enambelas. Karena bayangannya juga cantik. Aku mungkin terlalu memuji keelokan gadis Mesir. Itulah selera. Selera adalah rasa suka yang muncul begitu saja dalam jiwa dan terkadang susah dipahami.
Tapi bagi Raihana, gadis cantik yang baby face, lulusan terbaik di kampusnya dan juga hapal Al-Qur’an itu, mengabdi pada suami adalah segalanya. Tidak peduli bagaimana perlakuan suami di rumah, tetapi ketika ada pertemuan keluarga dia tidak pernah mengeluhkan apa yg dialaminya, dia tetap menggandeng tangan suaminya, terlihat mereka begitu mesra dan serasi, walaupun di rumah mereka hal itu tidak pernah terjadi.
Hingga pada saat Raihana kembali k rumah orang tuanya dengan alasan kesehatan, pada saat usia kehamilannya 6 bulan, dan suami mesti tinggal sendirian, tanpa ada yg mengurusi.. Beruntung dia memiliki teman yg baik selama di pelatihan, seorang ustad dari Medan, yg punya pengalaman buruk setelah menikahi wanita Mesir.
Mendengar cerita Pak Qalyubi saya terisak-isak. Perjalanan hidup Pak Qalyubi menyadarkan diriku. Aku teringat Raihana, tiba-tiba ada kerinduan padanya menyelinap di hati. Dia istri yang sangat salehah.
Pulang dari pelatihan aku sempatkan mampir ke took busana muslim, membeli beberapa stel pakaian muslimah untuk Raihana. …. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku pada Raihana. Membagi rinduku yang tiba-tiba memenuhi rongga dada. Air mataku berderai-derai. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang diiringi derai air mata yang tiada henti menetes di jalanan. Aku tak peduli. Aku ingin segera sampai dan meluapkan semua rasa cinta ini padanya. Padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak, ku tahan dengan mengambil nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku, ibu mertua memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis, “mana Raihana, Bu?” Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa yang sebenarnya terjadi, “Istrimu, Raihana istrimu dan anak yang dikandungnya!” “Ada apa dengan dia?” “Dia….
  | sukici wrote on Aug 27, '07, edited on Aug 27, '07 |
 | 412fa wrote on Aug 27, '07 |
| |
|